PT Rifan Financindo Berjangka - Sharper Esports berhasil menjadi juara PUBG Mobile Global Open (PMGO) SEA Finals Season 2 2026 yang berakhir pada Minggu, 13 September 2026. Tim asal Thailand tersebut menempati posisi pertama dengan 148 poin, unggul hanya satu poin dari Bigetron by Vitality yang mengumpulkan 147 poin. Namun, kemenangan Sharper Esports tidak sepenuhnya lepas dari drama. Komunitas PUBG Mobile Indonesia menyoroti sebuah insiden pada pertandingan ke-16 yang berlangsung di map Erangel. Dalam situasi late game ketika Sharper Esports berhadapan dengan Bigetron by Vitality, muncul dugaan salah satu pemain Sharper menggunakan fitur surrender sehingga Bigetron kehilangan peluang memperoleh tambahan poin eliminasi.
Kontroversi semakin besar karena perbedaan klasemen akhir kedua tim hanya satu poin. Apabila perolehan poin Bigetron bertambah hingga menyamai Sharper di angka 148, aturan penentuan peringkat berikutnya berpotensi menjadi faktor yang sangat menentukan. Meski demikian, dugaan tersebut perlu ditempatkan secara proporsional. Belum ada pernyataan resmi dari penyelenggara PUBG Mobile Esports yang menyatakan bahwa Sharper Esports melakukan pelanggaran aturan. Karena itu, pembahasan mengenai tindakan SP Nc2 tetap harus disebut sebagai dugaan sampai terdapat klarifikasi resmi.
Drama PMGO SEA Finals Bermula pada Match ke-16
Kontroversi yang mengiringi kemenangan Sharper Esports berpusat pada match ke-16, atau pertandingan keempat pada hari terakhir kompetisi. Pertandingan berlangsung di Erangel dan memasuki fase late game. Saat itu, Bigetron by Vitality dan Sharper Esports berada dalam situasi perebutan posisi akhir. Bigetron memperoleh momentum setelah lemparan granat dari BTR Zetaxzz mengenai dua pemain Sharper Esports, yakni SP Ch4co dan SP Sakura. Kedua pemain tersebut kemudian tereliminasi.
Kondisi tersebut membuat Sharper berada dalam tekanan besar. Di sisi lain, Bigetron memiliki peluang untuk mendapatkan tambahan poin eliminasi apabila mampu menumbangkan pemain Sharper yang masih bertahan. Situasi kemudian menjadi kontroversial ketika SP Nc2 berada dalam kondisi terdesak oleh blue zone.
Apa yang Terjadi pada SP Nc2?
SP Nc2 menjadi pusat perhatian dalam insiden tersebut. Menurut rekonstruksi yang beredar berdasarkan tayangan pertandingan, pemain Sharper itu berada dalam kondisi knock atau tertekan oleh blue zone. Pada saat yang sama, pemain Bigetron, Zetaxzz, terlihat melakukan serangan menggunakan senjata AUG ke arah Nc2. Namun, sebelum Bigetron memperoleh eliminasi dari serangan tersebut, bar kesehatan Nc2 menghilang dan pemain itu dinyatakan tereliminasi akibat blue zone.
Momen inilah yang kemudian menimbulkan dugaan bahwa Nc2 sengaja menggunakan fitur surrender. Jika fitur tersebut memang digunakan dan sesuai dengan mekanisme permainan, eliminasi tidak tercatat sebagai kill untuk pemain lawan. Akibatnya, Bigetron disebut kehilangan kesempatan mendapatkan tambahan poin eliminasi. Namun, perlu ditegaskan bahwa dugaan penggunaan surrender tersebut belum dinyatakan sebagai pelanggaran oleh penyelenggara.
Mengapa Fitur Surrender Menjadi Masalah Besar?
Dalam pertandingan biasa, penggunaan fitur tertentu yang tersedia dalam permainan mungkin dianggap sebagai bagian dari mekanisme gim. Persoalannya menjadi berbeda ketika fitur tersebut digunakan dalam kompetisi profesional dengan sistem poin yang sangat ketat. PMGO SEA Finals S2 menggunakan sistem yang membuat setiap eliminasi dan placement memiliki nilai penting. Ketika dua tim hanya terpaut satu poin setelah seluruh rangkaian pertandingan selesai, satu eliminasi dapat memiliki dampak besar terhadap klasemen.
Itulah sebabnya tindakan SP Nc2 menjadi sorotan. Komunitas tidak hanya memperdebatkan apakah fitur tersebut tersedia atau dapat digunakan, tetapi juga mempertanyakan sportivitas dan dampaknya terhadap persaingan.
Mengapa Komunitas PUBG Mobile Indonesia Bereaksi Keras?
Reaksi komunitas tidak dapat dilepaskan dari posisi Bigetron sebagai wakil Indonesia. Bigetron by Vitality berada hanya satu poin di belakang Sharper Esports. Karena itu, penggemar Indonesia melihat insiden tersebut bukan sebagai kejadian kecil, melainkan sebagai momen yang berpotensi memengaruhi perebutan gelar.
Selain faktor nasionalisme, terdapat aspek kompetitif. Dalam esports profesional, setiap eliminasi mempunyai nilai. Pemain dan tim menghabiskan waktu berbulan-bulan mempersiapkan turnamen untuk mendapatkan hasil terbaik. Ketika gelar juara akhirnya ditentukan dengan selisih satu poin, setiap momen dalam pertandingan otomatis mendapat perhatian lebih besar. Karena itu, kontroversi tidak hanya mengenai satu pemain, tetapi juga menyentuh pertanyaan lebih luas tentang sportivitas, regulasi, dan penggunaan fitur dalam pertandingan kompetitif.
Sportivitas dalam Esports PUBG Mobile
Esports bukan hanya tentang kemampuan mekanik. Dalam pertandingan profesional, tim juga dituntut memahami strategi, membaca zona, mengatur sumber daya, mengelola risiko, dan mengambil keputusan dalam hitungan detik. Sportivitas menjadi bagian penting karena pertandingan tidak hanya disaksikan oleh pemain dan pelatih, tetapi juga oleh komunitas global.
Tindakan yang secara teknis tersedia di dalam gim belum tentu selalu dipandang positif oleh penonton. Di sinilah pentingnya regulasi turnamen. Jika sebuah fitur dapat digunakan secara legal, maka penyelenggara perlu menjelaskan penggunaannya secara transparan. Sebaliknya, apabila fitur tertentu dilarang atau penggunaannya dalam situasi tertentu dianggap tidak sportif, regulasi perlu dibuat sejelas mungkin agar tidak menimbulkan interpretasi berbeda.
Roster Sharper Esports di PMGO SEA Finals
Situs resmi Sharper Esport mencantumkan beberapa pemain dan staf yang berkaitan dengan divisi PUBG Mobile mereka, antara lain:
SAKURA — In Game Leader
Newwyyy — Attacker
CH4CO — Attacker
Nc2 — Attacker
Vintorez — Coach
CyD — Analyst
SP Nc2 yang menjadi pusat kontroversi merupakan bagian dari roster tersebut. Dengan demikian, pembahasan mengenai insiden perlu tetap memisahkan tindakan individu dalam sebuah momen pertandingan dengan penilaian terhadap seluruh organisasi.
Bigetron by Vitality Harus Puas di Posisi Kedua
Di sisi lain, Bigetron by Vitality menunjukkan performa yang sangat dekat dengan gelar juara. Perbedaan satu poin menunjukkan bahwa wakil Indonesia tersebut berada dalam persaingan ketat sampai pertandingan terakhir. Klasemen resmi menunjukkan Bigetron mengakhiri PMGO SEA Finals S2 dengan 147 poin, sementara Sharper memperoleh 148 poin.
Karena margin tersebut sangat tipis, wajar apabila setiap momen krusial dalam pertandingan terakhir mendapatkan perhatian dari penggemar. Namun, hasil akhir yang telah diumumkan tetap menjadi dasar klasemen selama tidak ada keputusan resmi dari penyelenggara yang mengubahnya.
PMGO SEA Finals S2 Diikuti 16 Tim
PMGO SEA Finals Season 2 merupakan turnamen regional yang mempertemukan 16 tim dari berbagai jalur kualifikasi Asia Tenggara. Menurut data kompetisi yang tercatat di Liquipedia, komposisi peserta mencakup:
lima tim dari Indonesia;
tiga tim dari Malaysia;
tiga tim dari Thailand;
dua tim dari Vietnam;
tiga tim dari jalur Southeast Asia lainnya.
Turnamen berlangsung pada 11 hingga 13 September 2026 di One Utama Shopping Centre, Malaysia. Format tersebut membuat kompetisi berlangsung dalam persaingan regional yang sangat padat.
Sebanyak 19 Game Menentukan Juara
Salah satu alasan selisih satu poin terasa begitu penting adalah banyaknya pertandingan yang harus dilewati seluruh tim. Kompetisi berlangsung dalam total 19 game, dengan tujuh pertandingan dimainkan pada hari terakhir.
Artinya, posisi akhir merupakan akumulasi performa sepanjang turnamen, bukan hanya ditentukan satu pertandingan. Namun, dalam sistem klasemen kumulatif, sebuah momen pada salah satu pertandingan tetap dapat memiliki dampak terhadap hasil keseluruhan. Itulah yang terjadi dalam kasus Sharper Esports dan Bigetron.