Thursday, August 8, 2019

E-SPORTS - Death Stranding Tak Lagi Eksklusif di PS4, Bakal Rilis di PC Juga?

E-Sports News Update, Jakarta - Death Stranding, gim buatan Hideo Kojima dan sudah dinanti peluncurannya pada tahun ini awalnya dirilis secara eksklusif untuk konsol PlayStation 4 (PS4).
Namun kini, gim pertama bikinan Kojima setelah lepas dari Konami itu tak lagi masuk ke dalam daftar gim eksklusif untuk PS4, tetapi dikabarkan akan juga meluncur di PC.
Dikutip dari laman web resmi PlayStation via VG247, Jumat (9/8/2019), Death Stranding sudah tidak muncul lagi di dalam daftar judul gim eksklusif untuk PS4.

BACA JUGA :
PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
    Walau masih belum diketahui alasannya dihapus dari daftar judul gim eksklusif di PS4, kemungkinan besar informasi tersebut bakal diketahui saat gelaran Gamescom 2019.
    Karena pada saat acara yang digelar pada 20 Agustus hingga 24 Agustus 2019 di Cologne, Jerman, Hideo Kojima bakal hadir di dalam acara khusus untuk memberikan informasi terkini tentang Death Stranding.
    Dari kepribadian Kojima yang unik dan misterius, bukan hal yang tidak mungkin kreator gim kenamaan itu mengungkap sebuah informasi yang mengejutkan tentang gim buatannya.
    Salah satu informasi tersebut adalah kenapa Death Stranding tak lagi muncul di dalam daftar gim eksklusif di PS4.

    Trailer Singkat nan Misterius


    Sebelumnya, Kojima dan tim pengembang gimnya merilis sebuah trailer singkat nan misterius untuk gim Death Stranding.
    Dalam trailer yang berdurasi 8 menit itu, tampaknya karakter protagonis (diperankan aktor serial TV The Walking Dead, Norman Reedus) akan memiliki peran penting dalam membangun kembali masyarakat yang mulai terpecah dan berkurang populasinya.
    "Death Stranding adalah gim penuh aksi yang benar-benar baru, di mana misi utama pemain adalah untuk menghubungkan kembali kota-kota yang terisolasi dan masyarakat yang tersebar di berbagai lokasi," tulis Kojima di blog resmi PlayStation, Kamis (30/5/2019).
    Ia menambahkan,"karena itu semua elemen, termasuk cerita dan gameplay-nya saling terikat erat oleh tema 'strand' atau koneksi."
    Informasi, Death Stranding dijadwalkan bakal meluncurk untuk pengguna PS4 pada 8 November 2019.

    Sumber : Liputan 6

    Tuesday, August 6, 2019

    E-SPORTS - Jelang SEA Games 2019, Pelatih Timnas Mobile Legends Indonesia Akhirnya Terungkap

    E-Sports News update, Jakarta - Tim Panitia Kerja Tim Nasional Mobile Legends SEA Games 2019 akhirnya mengumumkan nama pelatih yang akan mendampingi atlet esports Indonesia dalam perhelatan olahraga terbesar di Asia Tengggara tersebut.
    Dalam konferensi pers yang digelar, nama Jeremy Yulianto akhirnya dipilih sebagai pelatih pertama. Nama Jeremy sendiri sudah tidak asing di dunia esports Indonesia, sebab dia dikenal sebagai atlet League of Legends sejak 2015.
    Mendampingi Jeremy, ada nama Afindo Valentino yang bertugas sebagai asisten pelatih. Pria yang akrab dipanggil 'G' ini merupakan atlet aktif yang masih bergabung di Evos Esports.

    BACA JUGA :
    PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
    RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
    PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
    PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
      Adapun kedua pelatih itu dipilih oleh empat orang anggota panitia, yang terdiri dari CEO RRQ Andrian Pauline Husen, CEO Louvre Esports Erick Herlangga, dan dua caster kenamaan Frans Riyando (Volva) bersama Mochammad Ryan Batistuta (KB).
      "Panitia kerja ini memang dibentuk untuk menentukan pelatih. Namun, karena pemain Mobile Legends belum ada yang pensiun, kami memilih pelatih yang memang masih aktif bermain," tutur Erick saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (6/8/2019).
      Nantinya, para pelatih tersebut akan berperan dalam pembahasan soal taktik. Tidak hanya itu, para pelatih itu juga akan lebih banyak membahas mengenai meta karakter di Mobile Legends.
      Sementara pemain yang akan dipilih sebagai tim nasional Mobile Legends ini masih dalam tahap proses. Saat ini, ada sekitar 40 pemain sebelum akan dipilih menjadi 7 pemain sebagai wakil Indonesia.
      Kebanyakan pemain tersebut berpartipasi dalam ajang Indonesia Esports National Championship (IENC) oleh Tokopedia. 

      Bakal Dihuni Pemain Bintang

      Meski belum memiliki pemain terpilih, tim esports nasional Mobile Legends dipastikan akan dihuni sejumlah pemain bintang. Hal itu tidak lepas para pemain Mobile Legends asal Indonesia yang diakui kehebatannya. 
      Kendati memiliki sejumlah pemain bintang, pelatih timnas Mobile Legends Indonesia Jeremy menuturkan bukan berarti tidak ada halangan. Menurutnya, timnas Indonesia tetap harus mempelajari tim dari negara lain.
      "Salah satu yanng menjadi perhatian adalah para pemain harus tetap humble. Percaya diri penting, tapi bukan besar kepala. Masing-masing pemain harus mampu mengesampingkan ego," tutur Jeremy.
      Sementara asisten pelatih G menuturkan durasi terbentuknya tim dengan event SEA Games sendiri memang cukup singkat. Namun, masing-masing pemain sebenarnya sudah saling mengenal dan dapat menjadi modal.
      "Secara pro-player mereka kan sebenarnya sudah saling mengenal. Dalam permainan, mereka musuh, tapi di luar mereka juga sudah saling kenal. Jadi, untuk adaptasi saya yakin mereka bisa," ujar G mengakhiri pembicaraan.

      Sumber : Liputan 6

      Monday, August 5, 2019

      E-SPORTS - Tencent dan Nintendo Akan Lokalkan Gim Konsol Switch untuk Pasar Tiongkok

      E-Sports News Update, Jakarta - Perusahaan teknologi Tiongkok, yang juga dikenal sebagai penerbit gim, Tencent, mengumumkan kemitraan dengan Nintendo untuk melokalkan gim-gim terkenal di konsol Switch. Selain itu, kedua perusahaan akan mendirikan peladen (server) melalui layanan komputasi awan Tiongkok.
      Pengumuman ini diterbitkan dalam sebuah pernyataan bersama di jejaring sosial Weibo. Namun, belum ada informasi berapa harga dan kapan konsol itu akan dirilis di Tiongkok.
      Tencent, sebagaimana dikutip dari Reuters, Sabtu (3/8/2019), telah mendapatkan persetujuan pada April lalu untuk dapat menjual Nintendo Switch di Tiongkok. Bagi Nintendo, persetujuan ini membuka jalan supaya perusahaan dapat memasarkan Switch ke Tiongkok, yang merupakan pasar terbesar di dunia.

      BACA JUGA :
      PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
      RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
      PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
        Informasi yang telah diketahui meliputi opsi pembayaran WeChat Pay di e-store Nintendo dan bantuan untuk pembukaan kanal pembelian offline.
        Regulasi di Tiongkok memang dikenal ketat, sehingga perusahaan teknologi yang ingin memasarkan produknya di sana, harus memenuhi sejumlah persyaratan. Oleh sebab itu, kemitraan Nintendo dengan Tencent diharapkan dapat memuluskan jalan masuk bagi konsol Switch.
        Sejauh ini juga belum terkonfirmasi gim apa saja yang direncanakan akan dirilis di Tiongkok.

        Qualcomm dan Tencent Bakal Garap Gaming Smartphone 5G

        Diwartakan sebelumnya, Qualcomm dan Tencent mengumumkan kemitraan strategis. Melalui kemitraan itu, gim garapan Tencent akan dapat dimainkan lebih baik di perangkat yang menggunakan chipset Qualcomm. Selain itu, sebagaimana dikutip dari Reuters, Rabu (31/7/2019), kemitraan ini juga termasuk pada proyek gaming smartphone 5G.
        "Mobile gaming, yang merupakan contoh penting penggunaan 5G, akan segera mengambil keuntungan dari konektivitas generasi berikutnya," kata Frank Meng, chairman Qualcomm Tiongkok dalam pernyataannya.
        Lebih lanjut, menurut Frank, "Koneksi lebih cepat, pita lebar lebih banyak, dan latensi ultrarendah akan mendukung pengalaman gaming secara real-time, multipemain dan mendalam."
        Proyek gaming smartphone 5G ini bisa dibilang tindak lanjut atas kemitraan sebelumnya. Beberapa waktu lalu, Tencent menggandeng Asus memperkenalkan ROG Phone II. Gaming smartphone tersebut menggunakan chipset Snapdragon 855 Plus dari Qualcom.
        Saat ini Tencent sedang menggarap layanan back-end berbasis komputasi awan bernama Instant Play. Layanan tersebut dapat digunakan pengembang gim untuk mengakomodasi kebutuhan game streaming. Melalui layanan komputasi awan miliknya, Microsoft juga menawarkan layanan serupa.

        Sumber : Liputan 6

        Sunday, August 4, 2019

        E-SPORTS - Bandai Namco Buka Divisi Mobile di Spanyol untuk Pasar di Luar Asia

        E-Sports News Update, Jakarta - Penerbit gim Bandai Namco mengumumkan sedang membuka perusahaan baru yang akan berfokus pada pembuatan gim mobile. Divisi gim mobile ini akan menargetkan pasar di luar Asia.
        Barcelona, Spanyol, dipilih sebagai lokasi di mana divisi ini akan beroperasi. Rencananya, divisi ini akan dibuka pada tahun 2020 dan mulai merekrut karyawan dalam beberapa bulan mendatang.

        BACA JUGA :
        PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
        RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
        PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
        PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
          Mengenai alasan di balik pemilihan Barcelona, Tatsuya Kubota, COO di Bandai Namco Mobile, sebagaimana dikutip dari Venture Beat, Minggu (4/8/2019), buka suara.
          Dia menuturkan bahwa kota tersebut merupakan "pusat pengembangan gim internasional dan rumah bagi talenta terbaik yang ditawarkan industri seluler."
          Sementara itu, Naoki Katashima, CEO di Bandai Namco Entertainment Europe, Bandai Namco Entertainment America, dan Bandai Namco Mobile, mengatakan bahwa alasan pendirian perusahaan terpisah ini "memungkinkan perusahaan untuk menanggapi kecenderungan pasar secara lebih baik dan menciptakan konten berkualitas lebih tinggi secara lebih cepat."
          Upaya ini, ujar Naoki, juga merupakan "bagian dari visi jangka panjang perusahaan dan perusahaan berharap pengguna menantikan gim-gim hebat dari Bandai Namco Mobile."

          Tencent dan Nintendo Akan Lokalkan Gim Konsol Switch untuk Pasar Tiongkok

          Diwartakan sebelumnya, perusahaan teknologi Tiongkok, yang juga dikenal sebagai penerbit gim, Tencent, mengumumkan kemitraan dengan Nintendo untuk melokalkan gim-gim terkenal di konsol Switch. Selain itu, kedua perusahaan akan mendirikan peladen (server) melalui layanan komputasi awan Tiongkok.
          Pengumuman ini diterbitkan dalam sebuah pernyataan bersama di jejaring sosial Weibo. Namun, belum ada informasi berapa harga dan kapan konsol itu akan dirilis di Tiongkok.
          Tencent telah mendapatkan persetujuan pada April lalu untuk dapat menjual Nintendo Switch di Tiongkok. Bagi Nintendo, persetujuan ini membuka jalan supaya perusahaan dapat memasarkan Switch ke Tiongkok, yang merupakan pasar terbesar di dunia.
          Informasi yang telah diketahui meliputi opsi pembayaran WeChat Pay di e-store Nintendo dan bantuan untuk pembukaan kanal pembelian offline.
          Regulasi di Tiongkok memang dikenal ketat, sehingga perusahaan teknologi yang ingin memasarkan produknya di sana, harus memenuhi sejumlah persyaratan. Oleh sebab itu, kemitraan Nintendo dengan Tencent diharapkan dapat memuluskan jalan masuk bagi konsol Switch.
          Sejauh ini juga belum terkonfirmasi gim apa saja yang direncanakan akan dirilis di Tiongkok.

          Sumber : Liputan 6

          Thursday, August 1, 2019

          E-SPORTS - Capcom Umumkan Kehadiran DLC Anyar Monster Hunter World

          E-Sports News Update, Jakarta - Gim Monster Hunter World dipastikan kedatangan DLC (downloadable content) terbaru tahun ini. Capcom secara resmi memperkenalkan DLC yang berjudul Monster Hunters World: Iceborne.
          Dikutip dari Game Spot, Kamis (1/8/2019), DLC ini akan menyambangi platform PS4, Xbox One, dan PC. Namun, Capcom tidak akan merilisnya serentak.
          Menurut Capcom, PS4 dan Xbox One akan mendapatkan kesempatan lebih dulu, yakni 6 September 2019. Sementara, DLC ini baru akan menyambangi Steam pada tahun depan.
          Padahal, sebelumnya Capcom sempat menyebut DLC Monster Hunter World ini akan hadir di PC pada akhir tahun. Akan tetapi, melalui pengumuman terbaru, rencana tersebut diganti menjadi Januari 2020.

          BACA JUGA :
          PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
          RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
          PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
          PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook

          Untuk diketahui, Monster Hunter World: Iceborne mengambil lokasi di wilayah antartika yang bernama Hoarfrost Reach. Wilayah itu merupakan rumah bagi sejumlah monster baru dan lama, seperti Tigrex atau Glavenus.
          Tidak hanya wilayah dan monster baru, pemain juga mendapatkan sejumlah pembaruan fitur berupa Gathering Hub anyar. Dengan pembaruan ini, pemain dapat mendekorasi kamarnya dengan furnitur baru dan sejumlah tambahan aksesoris lain.
          Selain itu, dalam pembaruan yang rilis selanjutnya, kamar tersebut dapat dikunjungi oleh pemain lain. DLC ini turut disertai dengan sejumlah gameplay tweaks baru.
          Untuk DLC ini, Capcom juga menawarkan digital deluxe edition yang menghadirkan satu set alat perburuan Yukumo baru khusus untuk di area Iceborne. Capcom sendiri membanderol edisi ini dengan harga USD 60 (Rp 845 ribu).

          Monster Hunter World Tak Rilis di Nintendo Switch


          Sukses di platform konsol PlayStation 4, Xbox One, dan PC. Lalu bagaimana dengan kehadiran gim tersebut di konsol Nintendo Switch?
          Dilansir laman Ubergizmo, Sabtu (17/2/2018), selaku pengembang gim, Capcom, mengonfirmasi tidak akan meluncurkan Monster Hunter: World untuk konsol baru besutan Nintendo tersebut.
          Hal ini diperkuat dengan pernyataan resmi presiden Capcom, Haruhiro Tsujimoto, baru-baru ini. Ia mengaku, banyak pengguna Switch menanti kehadiran MHW di konsol tersebut.
          "Kami sadar banyak yang menanti gim tersebut muncul di Switch, namun mempertimbangkan berbagai kondisi, meluncurkan Monster Hunter World saat ini merupakan hal yang sulit," ungkap Tsujimoto.
          Ia menambahkan, "Alasan tidak meluncur di Switch karena konsol ini memiliki fungsi yang berbeda dari konsol rumahan lain."

          Sumber : Liputan 6