Thursday, September 10, 2020

E-Sport - Kalah di ESL One Thailand 2020 Buat Mikoto Termotivasi



PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Pasca kekalahan dramatis di ESL One Thailand 2020 kontra TNC, BOOM Esports tak patah arang. Performa mereka selama mengikuti turnamen online kian meningkat, setidaknya begitu yang dilihat oleh fans dan diungkap oleh Rafli Fathur “Mikoto” Rahman.


Dikutip dari interview bersama vpesports.com, Mikoto mengungkapkan moral tim usai laga grand final yang berkesudahan 3-2 untuk TNC. Ia pribadi jadi termotivasi karena kekalahan tersebut. Sembari menanti kompetisi selanjutnya, ia pun berniat untuk menggenjot raihan MMR-nya.


Februari tahun ini, Mikoto sempat buat gebrakan dengan menembus torehan 10.000 MMR. Setelah setengah tahun berlalu dan beberapa pemain mulai menuju target ke 11K MMR, ia pun berniat melakukan hal yang sama.


BACA JUGA : PT Rifan - Jakarta PSBB Lagi, Anies Baswedan Jelaskan Alasannya


ESL One Thailand 2020 ternyata jadi turnamen pertama yang BOOM lakukan bersama dalam bootcamp selama masa pandemi. Mereka pun merasa kehadiran Clairvoyance sebagai pelatih membantu banyak dalam performa tim walau ia dan tim berdiskusi jarak jauh karena Clairvoyance berada di Kanada.


"Dia (Clairvoyance) sangat pintar dan kami sangat mempercayainya. Ia membuat kita mengerti apa kelebihan dan kekurangan yang harus tim perbaiki. Dia mengajariku banyak hal dan ku rasa rekan-rekanku mematuhinya dengan cukup baik" jelas Mikoto tentang sang pelatih.


Mikoto pun berterimakasih kepada para penggemar BOOM Esports yang tetap setia mendukung. Ia berjanji bakal tampil lebih baik dan menorehkan hasil yang diharapkan pada kesempatan selanjutnya.


Semangat terus Mikoto dan BOOM Esports!



PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Why

Wednesday, September 9, 2020

E-Sport - Kalahkan BOOM, TNC Predator Juarai ESL One Thailand 2020: Asia



PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - TNC Predator menjuarai ESL One Thailand 2020: Asia lewat 5 seri pertandingan yang menegangkan. Mereka berhasil menang melawan BOOM Esports dengan skor 3-2 dalam grand final seri best of five. 


Kemenangan kali ini merupakan titel pertama tim TNC di tahun 2020 sejak Chengdu Major 2019 lalu. TNC Predator mendapatkan hadiah sebesar 50.000 USD atau sekitar 738 juta Rupiah.


BOOM Esports harus puas (lagi) menjadi runner up. Sebelumnya mereka telah menjadi runner up di dua turnamen yaitu ESL One Birmingham 2020 - Online: Southeast Asia dan BTS Pro Series 2: Southeast Asia. Memang, tampaknya keberuntungan belum berpihak ke mereka.


Di awal seri ini BOOM Esports berhasil tampil dengan dominasi dan memenangkan match pertama dengan mudah. Meski begitu, TNC Predator dapat menyerang balik dan mengamankan match 2 dan 3 menyisakan match point bagi mereka. 


BACA JUGA : POLITIK DALAM NEGERI - Arteria Dahlan, Viral Keturunan PKI tapi Mengaku Keluarga Masyumi


Di match keempat BOOM Esports mampu menunjukan taringnya untuk memaksa seri ke pertandingan ke-5. Usaha BOOM Esports harus sirna karena permainan Magnus milik Armel mampu mengantarkan TNC Predator menuju gelar pertamanya tahun ini.


Tidak terbantahkan bahwa TNC Predator mendominasi turnamen ini. Mereka hanya jatuh terhadap Fnatic di babak grup lalu setelah itu tidak ada lagi yang dapat menjegal mereka. Di babak upper bracket final TNC Predator sudah mengalahkan BOOM Esports dengan skor 2-0, mereka tidak segan untuk melakukan itu sekali lagi di grand final.


Selain menjadi juara turnamen, salah satu pemain TNC Predator, Damien "kpii" Chok menjadi salah satu nominasi Mercedes Benz MVP dari ESL One Thailand 2020. Nantinya mereka akan melewati proses voting dan pemenangnya akan mendapatkan sebuah mobil Mercedes Benz sebagai hadiahnya.




PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Why

Tuesday, September 8, 2020

E-Sport - Kelebihan XIN & Alasan RRQ Hoshi Butuh Sang Hyper Carry



PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Yesaya Omega Armando Wowiling alias XIN adalah pemain midlane untuk tim RRQ Hoshi. Dikenal sebagai sosok bermekanik tinggi di game Mobile Legends, XIN ibarat ikon pemain assassin masa kini paling disegani kawan dan lawan.

Musim lalu di MPL Season 5, bisa jadi kiprah tersukses dalam karirnya. Ia menorehkan juara MPL pertamanya, diikuti dengan gelar regional yakni MPLI. 

Untuk musim ini, XIN telah merencanakan jauh-jauh hari bakal mengambil rehat dari scene kompetitif. Ternyata, ketidakhadirannya berdampak pada merosotnya performa RRQ Hoshi yang kini terseok di klasemen tengah MPL Indonesia.

Lantas, apa kelebihan XIN dan kenapa RRQ Hoshi butuh sosoknya?

Pertama, mekanik tinggi XIN bukan satu-satunya senjata yang ia miliki. Mantan pemain Star8 pernah dikenal sebagai pemain mukil atau nafsu untuk membunuh lawan. Tentu, hal ini kerap berbuah blunder, ia pun masih sering melakukannya meski sudah tidak sesering dulu.


Namun, kalkulasinya dalam mengincar musuh, menginvasi pertahanan lawan sendirian bukan suatu perkara sepele. Sebagai hyper carry, peran terpenting dalam suatu tim, ia tak ragu untuk jadi pancingan, sengaja mendekati musuh untuk memberi ruang rekannya melakukan farm atau fokus objektif.


BACA JUGA : CELEBRITY NEWS UPDATE - Zaskia Sungkar Hamil, Laudya Cynthia Bella Jadi Baper Sendiri


Banyak hyper carry yang salah kaprah kalau tugas mereka hanya farm dan kill. Mereka takut terkena serangan, diincar crowd control dan lainnya. XIN melakukan lebih dari itu. Ia mengkombinasikan farm dengan rotasi, split push, bait, assist dan tentu saja, mencetak angka kill. 


XIN tahu ia adalah incaran musuh, namun ia tak ragu menjadikan resiko tersebut sebagai alat untuk memperdaya lawan. Ini membuat rekan-rekannya di RRQ Hoshi tak perlu banyak khawatir untuk melindungi XIN, mereka tahu apa yang bisa XIN perbuat sehingga mereka hanya mem-follow up kekacauan yang sudah XIN buat, ringkasnya, kerja pemain lain jadi lebih mudah.


Saking beraninya XIN merelakan diri, kehadiran pria yang gemar cukur botak ini turut berkontribusi pada bersinarnya permainan R7 dan Lemon. Kedua sidelaner ini jadi punya ruang untuk farm sebebas-bebasnya di sisi peta selagi musuh kerepotan sendiri mengantisipasi XIN.


Tugas seperti ini bahkan tidak akan bisa ditunaikan oleh pemain seperti Lemon. Reputasi Lemon sebagai alien mengharuskannya untuk tetap hidup dari momen-momen paling tidak mungkin, ini artinya pekerjaan support dan tank akan semakin berat untuk melindungi Lemon sampai ia siap menciptakan keajaiban. XIN tak peduli dengan hal itu, ia asik dengan aktivitasnya sendiri demi tujuan kepentingan tim.


Apa yang terjadi saat ini dengan RRQ Hoshi bersama midlaner barunya adalah proses adaptasi. Tak ada yang menyangkal kalau Wizzking ataupun Alberttt adalah pemain yang sama baiknya dengan XIN. XIN sendiri mengakui kalau Alberttt dan Wizzking mungkin bermekanik lebih tinggi darinya, hanya saja gameplay pemain ini berbeda.


Pemain RRQ Hoshi saat ini coba mengenali cara main Alberttt, mereka belum berani "melepas" sang carry untuk mengambil alih permainan sesuai konsepnya sendiri. Walau disebut Wizzking kini Alberttt telah mengalami kemajuan, mulai mengambil komando permainan dan hasilnya bisa dilihat Minggu lalu, RRQ akhirnya menorehkan kemenangan usai empat kali kalah beruntun.


XIN akan kembali di minggu ini, perubahan telah terlihat dari hasil istirahatnya. Ia tampak sukses menggemukan badan dan melepas stres kompetisi yang telah ia rasakan beberapa bulan belakangan. Untungnya, dalam beberapa kesempatan stream ia masih memperlihatkan taji yang sama tanpa tanda-tanda kemampuannya mengendur.




PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Why

Sunday, September 6, 2020

E-Sport - Pembinaan Atlet Esports, Butuh Dukungan Dari Orang Tua dan Sekolah



PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Peran orang tua dan sekolah dinilai sangat penting dalam memberikan dukungan maupun pengawasan kepada generasi muda yang menggemari game online. Tak hanya untuk mencegah dampak buruk, tapi juga menjadi bagian dalam proses pembinaan agar bermunculan atlet-atlet esports potensial.


Hal ini mengemuka dalam acara bincang media dengan tema Esports bagi Pelajar: Sinergi Peran Orang Tua dan Dukungan Sekolah yang digelar secara virtual oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI dan Indonesia Esports Premiere League (IESPL).


Jenal Aripin mengatakan upaya pemerintah mengembangkan esports dilandaskan pada visi mencetak sumber daya manusia Indonesia berkualitas unggul. Layaknya cabang olahraga lain, untuk mencetak atlet esports berprestasi harus ditekuni dengan baik dan berlatih disiplin sejak usia muda.


"Anak-anak muda yang menekuni esports, sama seperti bidang-bidang lainnya, harus punya keseimbangan. Peran orang tua dan sekolah juga sangat penting. Harus dinamis bagaimana mengarahkan ke hal-hal yang positif, lalu pertegas regulasi dalam lingkup rumah dan sekolah," kata pria yang menjabat kepala bidang olahraga prestasi internasional Kemenpora itu.


Ia menambahkan, bimbingan yang tepat dari lingkup orang tua dan sekolah berkontribusi dalam proses melahirkan atlet-atlet esports berprestasi. "Untuk mencetak atlet berprestasi itu ada proses. Mulai dari pemanduan bakat, kemudian identifikasi bakat atau memutuskan mana yang sekadar hobi mana yang bisa diarahkan prestasi," papar Jaenal.


BACA JUGA : TEKNOLOGI NEWS UPDATE - Cara Pakai Avatar Facebook untuk Chatting di WhatsApp


"Maka itu kami setuju bahwa penguatan peran orang tua dan sekolah itu merupakan langkah yang sangat positif dalam pengembangan esports," imbuhnya.


Sementara itu, menurut psikolog Ghea Amalia Arphandy, orang tua dan sekolah yang merupakan ekosistem tumbuh kembang anak akan menjadi kunci untuk memaksimalkan dampak positif serta memutus dampak buruk bermain game.


"Peran keluarga sangat penting membentuk anak. Orang tua harus membaca dan menyelami seperti apa hobi dan permainan anaknya, sehingga memahami bagaimana menerapkan aturan yang kira-kira tepat bagi anak," tuturnya.


Pendapat serupa dikatakan Yohannes Paroloan Siagian. Director Somnium Esports ini juga berkiprah sebagai akademisi dan pernah menjabat Kepala Sekolah SMA 1 PSKD Jakarta. Dari kacamata Yohannes, kegemaran anak muda dalam bermain game apabila dikelola dan dibina dengan baik, dapat memberikan manfaat positif bagi pelajar.


Esports, menurutnya, juga membuka ruang-ruang baru di masa depan bagi anak muda untuk meraih kesuksesan. "Dulu orang tua dan guru itu satu-satunya sumber pengetahuan. Sekarang, anak-anak bisa mendapatkan pengetahuan dari manapun," ucapnya.


"Maka itu, peran orang tua dan sekolah bergeser. Mereka harus menjadi interpreter, memberikan bimbingan dan jalan menuju gol akhir. Supporter terbesar anak adalah orang tuanya. Anak dengan kemampuan rendah kalau dapat support, akan berkembang lebih baik," imbuh Yohannes.


Anak Muda Indonesia Berpotensi


Ketua Penyelenggara Piala Menpora Esports 2020 Giring Ganesha mengatakan potensi anak-anak muda Indonesia di bidang esports sangat besar. Karena itu, diperlukan wadah bagi anak-anak muda yang ingin menekuni esports dengan serius sehingga nantinya bisa sukses menjadi atlet profesional berprestasi.


Ia mengatakan Piala Menpora Esports 2020 lahir dari pemikiran tersebut sehingga memfokuskan pada peserta dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Ia berharap semua stakeholder yang ada dalam ekosistem esports, termasuk orang tua dan sekolah bisa memberikan dukungan dan pengawasan yang tepat.


“Tujuan Piala Menpora Esports salah satunya adalah menjadi wadah anak-anak muda yang ingin menekuni esports. Dengan mengikuti turnamen mereka bisa mengenali potensinya sendiri, memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kemampuan," kata Giring.


"Tentunya peran orang tua dan sekolah tidak terlepas untuk memberikan dukungan dan bimbingan," pungkasnya.


Piala Menpora Esports 2020


Piala Menpora Esports 2020 merupakan kompetisi esports hasil kolaborasi antara Kemenpora, IESPL, dan AXIS. Bertujuan untuk melahirkan talenta-talenta muda, kompetisi ini menyasar generasi muda yang masih duduk di bangku SMP, SMA dan universitas.


Piala Menpora Esports 2020 mempertandingkan Mobile Legends: Bang Bang yang merupakan game besutan Moonton mengusung genre MOBA. Di babak kualifikasi, sebanyak 2.048 tim esports yang berkompetisi terbagi dalam 4 kloter dengan 512 tim per kloter.


Para pemain akan bertanding 5 vs 5 untuk terus melaju ke babak berikutnya. Babak Grand Final yang akan berlangsung pada 3 – 4 Oktober mendatang mempertemukan delapan tim terbaik dari 4 kloter untuk bersaing meraih gelar juara Piala Menpora Esports 2020.



PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Why

Friday, September 4, 2020

E-Sport - 7 Atlet Esports Mobile Legends Paling Ditakuti di Indonesia



PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA -  Esports telah menjadi industri besar dalam dalam beberapa tahun terakhir. Main game kini bisa menjadi profesi yang menjanjikan. Esports juga telah dipertandingankan di SEA Games.

Salah satu esports yang paling populer di dunia dan di Indonesia adalah Mobile Legends. Bahkan Mobile Legends turut diperlombakan di SEA Games.

Nama Jess No Limit melejit sejak beberapa tahun ke belakang. Pemain Mobile Legends bernama asli Tobias Justin ini telah menyukai game online sejak masih menjadi murid sekolah dasar. Pada kanal YouTubenya, pro player kelahiran Jakarta ini kerap kali menggunggah kegiatan bermain gamenya.

1. Jess No Limit

Jess No Limit juga telah berhasil mendapatkan berbagai penghargaan. Beberapa kemenangan yang ia dapatkan adalah MLBB Best Progress KOL, MLBB KOL of The Year, MLBB Most Popular KOL, serta Digital Persona of The Year pada acara Indonesia Choice Award 5.0.

2. Oura

Oura merupakan salah satu player Mobile Legend yang cukup populer. Ia pernah menjadi bagian dari EVOS selama berkarir sebagai pemain profesional. Salah satu atlet e-sport Indonesia ini juga berteman dengan orang- orang berhobi sama, yaitu bermain game.

BACA JUGA : CELEBRITY NEWS UPDATE - Arti Nama Anak Bayi Laki-laki Conchita Caroline

Pemain Mobile Legend yang sudah resmi pensiun dari EVOS ini juga memiliki kanal YouTube pribadinya. Ia memberi nama channel tersebut sebagai Oura Gaming. Jumlah subscribernya mencapai lebih dari tiga juta pengguna. Sampai saat ini Oura telah menggunggah 776 video.

3. Lemon

Lemon yang satu ini bukanlah nama salah satu buah tinggi Vitamin C. Ia merupakan satu dari banyak pemain Mobile Legend yang memiliki kemampuan mumpuni. Lelaki dengan nama asli ikhsan ini telah berhasil menjuarai berbagai lomba e-sport hingga tingkat internasional.

Lemon kerap kali menggunggah video di kanal YouTubenya sebagai seorang pemain game profesional. Ia menamai channel tersebut dengan RRQ Lemon. Walaupun baru bergabung pada Maret 2018 lalu, pro player Mobile Legend ini telah mendapat lebih dari dua juta subscribers.

4. Zxuan

Zxuan merupakan nick name yang unik. Pemain profesional Mobile Legend ini memiliki nama asli Du Zhen Xiong. Ia merupakan bagian dari tim Aerowolf. Penggemar game tentu sangat mengenal atlet e-sport pria satu ini bahkan sempat penasaran dengan identitasnya.

Zxuan memiliki kemampuan mumpuni dalam memainkan hero paling sulit pada Mobile Legend, yaitu fanny. Ia tergabung dalam tim Aerowolf Singapura. Pada 29 November 2017 lalu, Du Zhen Xiong membuka channel YouTube dengan nama Official ZX. Hal ini merupakan salah satu media ekspresi.

5. Donkey

Nama Donkey menjadi cukup populer di kalangan penyuka game. Lelaki yang memiliki kemampuan tinggi dalam bermain Mobile Legend ini membuka sebuah kanal YouTube.

Donkey bergabung dan memberi nama channel YouTube tersebut sebagai Donkey Bar Bar sejak 4 April 2018 lalu.

Channel YouTube Donkey Bar Bar telah memiliki lebih dari 1,7 juta subscribers. Pada kanal itu, Donkey telah mengunggah 358 video yang berhubungan dengan game. Meski usianya sudah menginjak tiga puluh tahun, performa permainannya tidak kalah dari pemain lain dengan usia lebih muda.

6. Mikasa

Mikasa merupakan salah satu pro player paling populer pada ranah Mobile Legends. Pemain satu ini merupakan top global hero fanny pada kisaran awal musim. Banyak sekali penggemar game yang merasa segan atas kemampuannya itu.

Mikasa menggunakan build yang masih banyak menjadi pilihan pemain sekarang ketika menggunakan hero fanny. Ia memiliki seorang murid dalam hal Mobile Legend. Namanya adalah Zxuan, salah satu pro player dengan popularitas tinggi pula pada bidang game.

7. Noob Que

Satu lagi nama pemain Mobile Legend dengan popularitas tinggi dari Indonesia, yaitu Noob Queen. Ia sempat berhasil menggeser posisi Zxuan sebagai top global fanny pada Januari 2020 lalu. Tentunya nama ini sudah tidak asing lagi bagi penggemr setia game online.

Noob Queen memiliki channel YouTube untuk menggunggah berbagai permainan yang ia lakukan. Semenjak pembuatannya pada tanggal 15 Januari 2018, kanal ini telah meraih sekitar 2,54 juta subscribers. Ia telah mengunggah 331 video pada platform tersebut.



PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Why

Wednesday, September 2, 2020

E-Sport - Tambah Pemain Kembar, Matt Susul Maxx ke Bigetron Bravo



PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Terkenal dengan amunisi kembar di ranah PUBG Mobile, kini Bigetron menerapkan hal serupa di roster MLBB MDL nya. 

Usai meresmikan kedatangan Matthew "Matt" Geraldo untuk memperkuat Bigetron Bravo, kini giliran kembarannya Maxwell "Maxx" Alessandro ikut diperkenalkan.

Dua pemain Mobile Legends yang sedang merengsek hegemoni top global dari para penjoki untuk sementara dipersiapkan main di MDL. 

Bukan tidak mungkin, dalam waktu dekat progress mereka berdua bakal segera terlihat di MPL, toh mereka sudah terbiasa main atau berkonflik dengan pemain-pemain MPL.

BACA JUGA : CELEBRITY NEWS UPDATE - Papah Nagita Slavina Marah dan Ngamuk, Minta Nagita Slavina Ubah Nama dan Ganti Bapak

Maxx akan diposisikan jadi core atau hyper carry, berbeda dengan Matt yang dipercaya mengemban peran offlane. 

Tambahan pemain bertalenta seperti duo Matt dan Maxx bakal krusial untuk mendongkrak posisi Bigetron Bravo di papan klasemen MDL. 

Saat ini, mereka tertahan di posisi 6 pasca tumbang oleh Siren Esports 2-1 di hari kedua pekan ketiga. 

Musim lalu, Bigetron merekrut nama Annisa yang terkenal sebagai penjoki, lalu ada bakat daerah macam Warlord yang debut bersama Kyy sebagai salah satu pemain MPL termuda.

Wah, sekarang Bigetron punya sepasang pemain kembar nih di PUBG Mobile dan Mobile Legends. Akankah prestasi Matt dan Maxx menyamai si kembar fenomenal Luxxy-Zuxxy?


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Why

E-Sport - Rivalitas Mesra RRQ & EVOS, Kalah Menang Tetap Saingan



PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Memasuki paruh musim MPL Season 6, jalan turnamen tak sesuai ekspektasi fans kebanyakan. Rival abadi bertajuk el clasico kompak jadi pesakitan di minggu awal regular season. RRQ Hoshi dan EVOS Legends kini terjerambab di papan tengah klasemen.

RRQ Hoshi sudah tumbang empat kali beruntun, persis selepas kepergian XIN yang memutuskan istirahat. Sosok pengganti yang diharapkan seperti Wizzking dan Alberttt belum juga membayar ekspektasi fans. EVOS tak jauh berbeda, perubahan teknis yang mereka terapkan dengan merotasi Wann dan Rekt belum terbilang berhasil.

Lebih memalukan, kekalahan sang Macan saat laga big match kontra ONIC Esports diwarnai dengan aksi AFK karena koneksi EVOS Legends terganggu. Kesempatan pause yang dimiliki mereka telah melewati batas dan EVOS tak mampu membenahi jaringan dalam waktu yang tersedia. Bisa jadi aksi ini pertama kalinya muncul di turnamen MPL.

BACA JUGA : KESEHATAN NEWS UPDATE - Kemenperin Aktif Pantau Aktivitas Industri Jalankan Protokol Kesehatan

RRQ seakan tak mau buat EVOS merana sendiri, mereka rela bertekuk lutut dihadapan Genflix Aerowolf semalam. Laga yang sejatinya diharapkan fans jadi momen kebangkitan, malah menambah keterpurukan.

Apa yang terjadi dengan dua raksaksa Mobile Legends Indonesia? Teknisnya, mereka berdua mengalami proses adaptasi. Terlepas dari besar kecilnya perubahan yang mereka pilih, baik EVOS dan RRQ bukan lagi tim yang sama ketika mereka meraih juara di musim-musim sebelumnya.

EVOS melepas tiga punggawa andalan yang mengantar mereka meraih titel MPL dan M1, butuh waktu lebih dari satu kali turnamen saja untuk menyatukan chemistry pemain baru dengan pilar lama macam Wann dan Rekt, atau sekedar berharap nama-nama baru bisa menggantikan sosok Oura, Luminaire dan Donkey. 

Berbanding dengan RRQ yang sebenarnya tak banyak kehilangan, XIN pun bakal kembali di week 5 walau patut dipertanyakan apakah motivasi juara mereka masih ada atau tersisa bangga-banggaan saja.

Fans kedua tim cukup sering saling serang, dalam situasi seperti ini di mana RRQ dan EVOS sama-sama mudah tumbang, baiknya mereka rapatkan barisan dengan ujaran-ujaran optimis ketimbang bertambah malu jikalau takdir kekalahan bertambah panjang.



PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Why