Thursday, April 11, 2019

E-SPORT - Hore, Kamu Sudah Bisa Ubah Nama Akun PSN per Hari Ini





ESPORT News Update, Jakarta - Sesuai janji Sony, fitur yang memungkinkan gamer setianya untuk mengubah nama mereka di PSN (PlayStation Network) akhirnya resmi meluncur.
Pertama kali diumumkan Sony pada Oktober 2018, per hari ini pengguna konsol PS4 bakal mulai dapat mengubah PSN ID mereka.
Namun, perusahaan asal Jepang tersebut memberikan beberapa peringatan sebelum gamermengubah PSN ID.

BACA JUGA :
PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
    Sony mengungkap pergantian PSN ID ini awalnya mendukung sejumlah gim yang meluncur di pasaran pada atau setelah 1 April, tetapi hal tersebut tidak menjamin semua gim bakal sepenuhnya mendukung fitur tersebut.
    Dikutip dari Blog resmi Sony via Polygon, Kamis (11/4/2019), setidaknya ada 10 judul gim PS4 yang memiliki masalah dengan fitur PSN ID yang dapat diubah.

    Judul Gim yang Masih Bermasalah

    Adapun judul gim tersebut, termasuk Everybody's Golf, LittleBigPlanet 3 , dan beberapa judul gim lainnya.
    Masalah yang dimaksud termasuk save-an gim dan PlayStation Trophies hilang, dan gamer yang memiliki uang digital di dalam gim yang terkait dengan gim tersebut berpotensi hilang juga.
    Game lain yang belum sepenuhnya berfungsi dengan fitur perubahan PSN ID, antara lain Bloodborne, Uncharted 4: A Thief’s End, Grand Theft Auto 5, The Last of Us, NBA 2K19, dan Warframe.
    Untuk daftar lengkap gim yang sudah diuji Sony untuk mengecek apakah sudah mendukung atah masih bermasalah dengan fitur baru tersebut bisa kamu cek di situs web PlayStation.

    Gratis Diawal

    Informasi, gamer dapat mengubah PSN ID mereka secara gratis untuk pertama kali. Bila ingin mengganti lagi, gamer harus merogoh uang sebesar US$9,99 atau sekira Rp 141 ribu.
    Sementara itu bagi pelanggan PlayStation Plus hanya membayar seharga US$4,99 atau Rp 70 ribu.
    Sony juga memberikan kebebasan kepada pengguna bilamana mereka ingin menggunakan PSN ID lama (sebelum diubah) berapa kali pun yang diinginkan.

    Cara Ganti Online PSN ID

    Bagi kamu yang ingin mengubah PSN ID dapat mengikuti langkah berikut ini:
    PlayStation 4:
    1. Dari konsol PS4 buka menu Settings.
    2. Pilih [Account Management] > [Account Information] > [Profile] > [Online ID].
    3. Masukkan ID online baru kamu.
    4. Ikuti perintah selanjutnya yang muncul di layar untuk menyelesaikan proses.
    Browser:
    1. Login ke akun PlayStation Network kamu dan pilih PSN Profile di menu.
    2. Pilih tombol Edit di sebelah akun online ID.
    3. Masukkan ID yang kamu inginkan.
    4. Kamu bisa ikuti perintah yang muncul untuk menyelesaikan proses.

    Sumber : Liputan 6

    Wednesday, April 10, 2019

    E-SPORTS - Latar Cerita Gim Assassin's Creed Selanjutnya Bocor di The Division 2


    E-SPORTS News Update, Jakarta - Ubisoft, perusahaan gim bermarkas di Montreuil, Prancis, sedang menikmati kesuksesan dua judul gim mereka di pasaran yakni Assassin's Creed Odyssey dan The Division 2.
    Meski sedang sibuk dengan masing-masing gim buatan mereka sendiri, tim Massive Entertainment (The Division 2) membocorkan informasi penting tentang seri terbaru Assassin's Creed (Ubisoft).
    Dilansir Gamerant, Senin (8/4/2019), sebuah poster di dalam The Division 2 membocorkan informasi latar belakang cerita seri Assassin's Creed (AC) berikutnya.



    PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
    RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
    PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
    PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
      Dari poster tersebut, kemungkinan besar gim lanjutan Odyssey itu akan mengambil tema atau era Viking dengan wilayahnya membentang dari Eropa Utara, Islandia, Greenland, dan Vinland.
      Sebagai informasi, ini bukan pertama kali tema Viking terkait dengan Assassin's Creed.
      Sebelum Odyssey, sebuah concept art bertemakan era Viking dari Michele Nucera--seniman konsep di Ubisoft Milan--muncul di dunia maya. Kala itu, banyak yang memprediksi pengembang akan merilis Assassin's Creed Ragnarok.
      Lebih lanjut, poster yang ada di dalam gim The Division 2 itu tertulis "Valhalla" di atasnya, dengan seorang Viking yang tampaknya sedang memegang Apple of Eden.

      Balik ke Roma

      Terlepas dari kebenaran poster tersebut membocorkan informasi tentang gim Assassin's Creedterbaru, Ubisoft selaku pengembang mungkin akan tetap bertahan dengan cerita gim Odyssey.
      Adapun seri AC selanjutnya bakal membawa gamer ke kota Roma, atau lebih tepatnya pada akhir masa pemerintahan Marcus Aurelius (sekitar 193M).
      Mempertimbangkan alur cerita Origin dan Odyssey lebih dekat dengan masa pergantian milenium, alur cerita Roma mungkin lebih cocok ketimbang era Viking (sekitar 1000M).
      Akan tetapi, Ubisoft mungkin bakal mengambil resiko dengan membawa gamer ke era Viking di seri Assassin's Creed berikutnya.

      Bisa Eksplore ke Negara Lain

      Lebih lanjut, masih ada berbagai lokasi lain yang bisa Ubisoft jelajahi untuk seri Assassin's Creedberikutnya, seperti Jepang atau Tiongkok, yang keduanya sempat dirumorkan bakal muncul.
      Perlu kamu ketahui, Ubisoft telah bekerjasama dengan berbagai macam studio gim untuk pengembangan seri Assassin's Creed di masa lalu.
      Karena itu, lokasi-lokasi ini berpotensi sedang dalam pengerjaan untuk seri berikutnya.
      Yang pasti, gamer harus bersama menunggu hingga 2020 untuk gim terbaru Assassin's Creed, karena studio sendiri sudah mengonfirmasi tidak akan merilis gim baru pada 2019.

      Sumber : Liputan 6

      Tuesday, April 9, 2019

      E-SPORTS - Lebih Dari Dua Tahun Dirilis, Pokemon Go Masih Raup Untung Besar


      E-Sports News Update, Jakarta - Saat pertama kali dirilis pada 6 Juli 2016, Pokemon Go, langsung melesat sebagai gim mobile paling banyak diunduh oleh pengguna perangkat iOS dan Android.
      Dua setengah tahun kemudian, gim besutan Niantic Labs dan The Pokemon Company ini ternyata masih diminati, walau memang tidak sepopuler di awal peluncuran gim.
      Meski popularitasnya sudah semakin berkurang, laporan terkini mengungkap informasi menarik tentang berapa banyak keuntungan yang diperoleh gim berbasis augmented reality (AR) tersebut hingga saat ini.

      BACA JUGA :
      PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
      RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
      PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
      Berdasarkan laporan firma statistik aplikasi mobile, Sensor Tower, Pokemon Go sudah meraup untung sebesar US$ 2,5 miliar atau sekira Rp 35 triliun sejak dirilis.
      Menariknya, pemain Pokemon Go semakin meningkat dari waktu ke waktu ketimbang kurang diminati.
      Pokemon Go telah menghasilkan uang lebih dari US$ 700 juta dari total pendapatan sejak ulang tahun kedua pada Juli lalu, dan kuartal 1 2019 jauh mengungguli kuartal pertama 2018.

      Alasan Pendapatan Pokemon Go Meningkat

      Lebih lanjut, meningkatnya pendapatan Pokemon Go diprediksi karena pengembang gim memperkenalkan fitur trading pada tahun lalu.
      Tak hanya itu, alasan lain yang juga menyumbang tingginya pendapatan Niantic Lab adalah peluncuran gim Pokemon Let’s Go Pikachu dan Pokemon Let’s Go Eevee yang terkoneksi langsung dengan gim.
      Ketika digunakan bersamaan dengan gim mobile, pemain bisa mentransfer Pokemon yang tertangkap di Pokemon Go ke gim Nintendo Switch tersebut.

      Sumber : LIputan 6

      Monday, April 8, 2019

      E-Sports - Gandeng Gamer Milenial, Gim Hago Ramaikan Airport Week Fest


      E-SPORTS News Update, Jakarta - Sejak diluncurkan pada tahun lalu, pertumbuhan pengguna aplikasi gim mobile Hago di Indonesia meningkat secara signifikan.
      Untuk menggenjot kreativitas di Indonesia secara berkesinambungan, khususnya di antara generasi milenial, Hago pun mendukung Airport Week Fest yang diselenggarakan oleh Angkasa Pura 2 pada 4-7 April 2019 di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta.

      BACA JUGA :
      PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
      RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
      PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
        Angkasa Pura 2 menjadi salah satu BUMN dengan fokus pada manajemen bandara di sebagian besar Indonesia bagian barat.
        Acara ini menghadirkan ragam aktivitas yang menyenangkan dan menarik bagi milenial dan disesuaikan dengan tema kebandarudaraan.
        Airport Week event mencakup penampilan DJ, kompetisi Airmazing Race, kompetisi PUBG, penampilan tari, street performance dan bazaar dengan aneka produk yang seru.
        Acara juga bertujuan untuk mengedukasi konsumen mengenai perkembangan digital sebagai peningkatan experience di bandara.
        Salah satu highlight dari Airport Week Fest adalah Air Amazing (Airmazing) Race.
        “Air Amazing Race ini yang kami maksud agar para millennials merasakan sensasi millennials journey experience di bandara melalui sebuah gim,” jelas Febri Toga Simatupang, Senior Manager of Branch Communication and Legal, Soekarno-Hatta International Airport.

        Airmazing Race

        Airmazing Race diikuti oleh generasi milenial di BUMN, yang biasa disebut BUMN Millenials.
        Generasi ini yang nantinya akan menjadi pembuat keputusan dan kebijakan Indonesia di masa depan.
        Milenial dan keluarga muda saat ini adalah generasi masa depan dan sebagian besar dari pengguna jasa bandara adalah milenial.
        Airport Week bertujuan untuk memberikan semangat baru bagi milenial untuk menjadi agen perubahan melalui pengalaman yang modern dan berkesan di bandara.
        “Kami yakin bahwa kami turut mengedukasi pasar dengan mengambil peranan pada event kreatif lokal dan bekerjasama dengan institusi terpercaya seperti BUMN, dalam hal ini Angkasa Pura 2. Kami berharap dapat terus ikut ambil andil dalam mengembangkan kreativitas dan pertumbuhan ekonomi dengan mendukung penuh generasi muda di Indonesia.”, ujar Cyra Capanzana, Hago South East Asia Business Development.
        Sekadar informasi, Hago adalah aplikasi gim yang tersedia di Android atau iOS yang melebur fitur dan karakter lokal serta permainan tradisional menjadi permainan yang menyenangkan dan bersifat global.
        Ada sekitar 50 gim di Hago. Gim ini menargetkan beragam tingkat usia dan memiliki fitur chat untuk pengalaman gim yang lebih kaya.

        Sumber : Liputan 6

        Thursday, April 4, 2019

        E-SPORT - Pembuat PUBG Pastikan Tidak Akan Bikin PlayerUnknown's Battlegrounds 2


        Liputan6.com, Jakarta - Tak dapat dimungkiri, kehadiran PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG) dan Fortnite saat ini sukses mempopulerkan genre gim battle royale ke berbagai kalangan di dunia.
        Dari gim Battlefield V ke Call of Duty: Black Ops 4, hingga Tetris 99 pun ikut menawarkan genre yang sama seperti PUBG dan Fortnite.
        Meski genre ini sedang diminati oleh gamer dan pengembang, pria yang mempopulerkan battle royale itu, Brendan "PlayerUnknown" Greene, kabarnya ingin fokus ke gim yang baru.

        BACA JUGA :
        PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
        RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
        PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
        PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
          Hal tersebut diungkap Greene pada salah satu sesi wawancara baru-baru ini. "Fokus baru saya saat ini adalah mengerjakan proyek khusus PUBG bersama dengan tim divisi baru PUBG Corp," ucap Greene sebagaimana dikutip dari laman Gamespot, Selasa (2/4/2019).
          Dalam kesempatan yang sama, Greene juga mengisyaratkan dia sudah "bosan" dengan genre battle royale. "Konsep battle royale di dalam gim sangat bagus, tetapi saya sudah selesai dengan genre itu," katanya.
          Dia menambahkan, "Saya tidak ada niat untuk membuat PUBG 2. Sudah bosan dengan battle royale, saatnya mencoba sesuatu yang lain dan baru."

          Rencana Greene Tahun Depan

          Jadi apa sebenarnya yang sedang dilakukan Greene saat ini? Menurut GI.Biz, Chang Han Kim, selaku CEO PUBG Corp sudah mendekati Greene tentang rencana untuk merealisai ide-idenya dan mewujudkan ke sebuah gim."
          Kim kabarnya memberikan Greene kebebasan untuk membentuk tim baru di lokasi kantor baru untuk menciptakan sesuatu yang unik dan fresh.
          Sukses meluncurkan H1Z1 dan PUBG, Greene dianggap sebagai "bapak" genre gim battle royale. Ia mengatakan, "Tidak ada deadline untuk Special Project ini."

          Sumber : Liputan 6

          Wednesday, April 3, 2019

          E-SPORT - Performa Konsol PS5 Akan Jauh Lampaui Google Stadia


          Liputan6.com, Jakarta - Kehadiran platform gim Google Stadia disebut-sebut akan melampui seluruh perangkat gim saat ini. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kemampuannya untuk mengirimkan data hingga 10,7 teraflops.
          Kemampuan itu melampaui performa gabungan PS4 dan Xbox. Namun laporan terbaru dari Kotaku, kemampuan itu akan dikalahkan oleh konsol generasi terbaru dari Sony dan Microsoft.
          Dikutip dari Game Rant, Rabu (3/4/2019), kedua perusahaan dikabarkan tengah mengembangkan konsol yang memiliki kemampuan lebih dari 10,7 teraflops. Dengan kata lain, mengalahkan kemampuan Google Stadia.

          BACA JUGA :
          PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
          RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
          PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
          PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
            Kendati demikian, bukan berarti konsol gim generasi terbaru ini akan hadir dalam waktu dekat. Laporan menyebut setidaknya generasi baru ini baru akan hadir pada 2020.
            Jika kabar ini benar, hal itu sebenarnya masuk akal mengingat konsol besutan Sony dan Microsoft merupakan perangkat rumahan.
            Namun, kemampuan di atas 10,7 teraflops jelas jauh mengungguli kemampuan konsol yang ada saat ini.
            Terlebih, kedua perusahaan diketahui memiliki daftar gim yang terbilang banyak dan terus ditambah. Faktor ini jelas menjadi nilai tambah bagi Xbox dan PlayStation.

            Google Ungkap Stadia, Layanan Streaming Gim Berbasis Cloud

            Setelah beberapa bocoran informasi beredar di internet, Google akhirnya resmi mengungkap layanan streaming gim berbasis cloud miliknya, yakni Stadia.
            Diumumkan pada acara Game Developers Conference di San Francisco, Amerika Serikat, Selasa (19/3/2019), pukul 10.00 waktu setempat, Google menjelaskan dan memperlihatkan cara kerja Stadia.
            Sebagaimana dilansir The Verge, Rabu (20/3/2019), Sundar Pichai, CEO Google menjelaskan layanan streaming gim berbasis cloud ini dapat memainkan beragam judul gim di perangkat apapun.
            Berbeda dengan PS4 dan Xbox One yang memiliki keterbatasasn harus bermain gim menggunakan konsol, Stadia mengandalkan infrastruktur cloud Google dan gamer dapat streaming main gim di PC (browser Chrome), smartphone, tablet, hingga TV (Chromecast).
            Perusahaan raksasa mesin pencari tersebut menyatakan, layanan cloud streaming gim itu akan diluncurkan di Amerika Serikat, Inggris, Eropa dan Kanada pada akhir tahun ini.
            Google sendiri hingga saat ini masih belum mengungkap berapa uang yang harus dikeluarkan gamer untuk menikmati layanan Stadia.

            Main Gim Resolusi 4K di Stadia

            Lebih lanjut, dalam acara yang sama Google juga menjelaskan, Stadia memiliki kemampuan streaming gim dalam resolusi 4K dengan HDR pada 60fps (frame per second).
            Tak hanya itu, Google mengklaim bakal mendukung kemampuan bermain gim resolusi 8K (120fps) di masa mendatang.
            Pada presentasinya di acara GDC 2019, Google mendemonstrasikan bagaimana Stadia digunakan bermain gim Doom Eternal dan Assassin's Creed Odyssey via streaming.
            (Dam/Ysl)

            Sumber : Liputan 6

            Sunday, March 31, 2019

            E-SPORTS NEWS - Buang Rasa Bosan dengan 3 Gim Tersembunyi di Google Ini


            E-Sports News Update, Jakarta - Bagi sebagian orang, peramban (browser) mungkin menjadi salah satu alat untuk berselancar di dunia maya untuk melepas lelah dari hal-hal membosankan di tempat kerja ataupun lainnya. 
            Namun tahukah kamu, browser Google Chrome juga ternyata menyembunyikan rahasia menarik yakni bisa dipakai untuk memainkan gim? 
            Berikut Tekno Liputan6.com rangkum 3 gim 'rahasia' yang bisa kamu mainkan di Google Chrome.

            1. Chrome Offline Dinosaur
            Apa yang kamu lakukan bila di Google Chrome yang kamu gunakan, muncul tulisan "There is no internet connection"?

            BACA JUGA :
            PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
            RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
            PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
            PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
              Selain menunggu koneksi internet kembali terhubung, mungkin ini tandanya kamu sebaiknya memainkan gim unik buatan Google.
              Untuk membantu pengguna yang merasa kesal karena koneksi internet bermasalah, Google Chrome memutuskan membuat sebuah gim endless runner dengan karakter utama seekor T-Rex.

              Bagaimana cara memainkan gim ini? Gampang banget.
              Yang perlu kamu lakukan hanya menekan tombol Space (spasi) di keyboard saat gambar T-Rex tersebut muncul di Google Chrome desktop, atau tap pada layar di Google Chrome smarthone.
              Secara otomatis, T-Rex itu akan berlari ke arah kanan layar. Jangan lupa menghindari pohon kaktus dan pterosaurus dengan menekan tombol spasi atau tap pada layar untuk melompat.

              2. Pac-Man
              Biasanya, ngemil di tempat kerja merupakan kebiasaan buruk yang banyak banyak orang hindari.
              Namun, sepertinya kamu bisa membuat pengecualian, kalau ngemil ini dalam konteks main gim Pacman.
              Cukup mengetikkan kata Pacman di kotak pencarian Google, kamu bisa langsung memainkan gim lawas nan ikonik ini.

              3. Google Image's Atari Breakout
              Seperti dua gim sebelumnya, Google Image's Atari Breakout ini dapat kamu mainkan di peramban--Google Chrome dan Firefox. Dengan mengetik kata Atari Breakout di kolom pencarian gambar, kamu dapat memainkannya.
              Layar hasil pencarian pun akan berubah menjadi modus permainan klasik pada 1976, dengan blok warna-warni berbagai ukuran.
              Saat bermain, kamu bisa menggunakan tombol panah atau mouse untuk bergerak.
              Ingat, kamu hanya mendapatkan empat nyawa per gim. Uniknya, gim ini juga dillengkapi dengan efek suara klasik yang sudah tidak asing lagi bagi pemain tahun 80an.

              Sumber : Liputan 6