Monday, June 17, 2019

E-SPORTS - Square Enix Punya Rencana Garap Layanan Gim Berlangganan


E-Sports News Update, Jakarta - Square Enix dilaporkan ingin mempermudah gamer mengakses gim besutannya secara digital, termasuk sejumlah judul lawas. Rencana ini diungkapkan oleh Presiden dan CEO Square Enix, Yosuke Matsuda, dalam wawancara terbaru dengan Game Informer.
Untuk itu, Matsuda menuturkan pihaknya berencana untuk menghadirkan sebuah layanan gim berlangganan atau streaming. Sebagai langkah awal, Square Enix sudah membentuk tim khusus untuk membuat porting sejumlah judul gim klasik.
"Kami sedang bekerja untuk merilis digital sejumlah gim dalam beberapa metode. Jadi, kami mencoba untuk menciptakan kanal khusus bagi Square Enix, entah layanan berlangganan atau streaming," tuturnya seperti dikutip dari Engadget, Senin (16/6/2019).

BACA JUGA :
PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
    Meski belum menetapkan metode yang akan digunakan, Matsuda menjanjikan rencana ini akan benar-benar menampilkan seluruh katalog gim yang dimiliki oleh Square Enix.
    Kendati demikian, bukan berarti rencana ini tanpa hambatan. Square Enix ternyata memiliki kesulitan untuk menemukan sejumlah kode yang digunakan di gim lawas.
    "Terkadang sulit menemukannya (kode gim lawas), sebab saat itu kami hanya membuat dan langsung meletakannya begitu saja begitu selesai," tuturnya.
    Untuk itu, Square Enix mencoba menghubungi sejumlah mantan karyawan yang kemungkinan masih memiliki kode sejumlah gim tersebut. Karenanya, menarik untuk menunggu langkah selanjutnya dari Square Enix terkait rencana ini.

    Gim Avengers dari Square Enix Siap Debut Tahun Depan

    Sebelumnya saat gelaran E3 2019, Square Enix akhirnya mengungkap informasi hasil kerjasamanya dengan Marvel dengan merilis gim berjudul Avengers, seperti dikutip dari Engadget, Selasa (11/6/2019).
    Dalam kesempatan itu, Square Enix menyebut bahwa gim anyar ini akan meluncur pada 15 Mei 2020. Untuk menjawab rasa penasaran, pengembang juga merilis trailer perdana dari gim ini.
    Trailer yang digulirkan tersebut sedikit banyak menceritakan kisah yang akan diusung dalam gim ini. Kisah dalam gim ini dibuka dengan serangan yang terjadi saat Avengers membuka markas baru di San Fransisco.
    Setelah serangan tersebut, Avengers disalahkan dan dianggap harus bertanggung jawab terhadap serangan yang memakan banyak korban tersebut.
    Meski mengusung cerita berbeda dari Marvel Cinematic Universe, kisah ini sebenarnya mirip dengan film Captain America: Civil War.
    Sayang belum banyak diungkap seperti apa gameplay yang akan digunakan di gim ini. Namun, pemain disebut dapat memilih memainkan modus campaign solo atau dengan bantuan teman hingga tiga rekan co-op.
    Gim Avengers ini didukung sejumlah pengisi suara kenamaan, seperti Troy Baker (Tony Stark) yang juga mengisi suara Joe dari The Last of Us. Sementara itu Thor diisi oleh Nolan North yang dikenal mengisi suara Nathan Drake.

    Tidak Usung Sistem Pay-to-Win

    Gim ini juga dipastikan akan mengusung sistem pay-to-win dalam permainan. Hal itu dipastikan oleh petinggi Eidos-Montreal yang ikut serta dalam proyek ini.
    Kendati demikian, studio memastikan bahwa daftar rooster dalam gim ini akan terus ditambahkan. Namun, tidak akan ada tambahan biaya untuk mendapatkan rooster tersebut.
    Square Enix mengumumkan gim ini akan tersedia untuk PlayStation 4, PC, dan Xbox One. Tidak hanya itu, gim Marvel's Avengers dipastikan menyambangi platfom streaming gim terbaru dari Google, yakni Stadia.

    Sumber : Liputan 6

    Sunday, June 16, 2019

    E-SPORST - Nintendo Siap Produksi Switch Terbaru



    E-Sports News Update, Jakarta - Beberapa waktu yang lalu, sejumlah laporan sempat menyebut Nintendo sedang mempersiapkan dua model Switch terbaru untuk tahun ini. Meski belum ada pengumuman resmi, rumor ini disebut benar adanya.
    Hal itu diketahui dari laporan The Wall Street Journal beberapa waktu lalu. Dalam laporan itu disebut Nintendo berencana untuk memindahkan produksi konsol anyar tersebut.
    Dikutip dari Gamespot, Senin (17/6/2019), Nintendo berencana untuk memindahkan produksi konsol anyar Switch dari Tiongkok ke wilayah Asia Tenggara.

    BACA JUGA :
    PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
    RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
    PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
    PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
      Langkah ini diambil Nintendo menyusul keputusan Amerika Serikat yang akan menaikkan tarif barang elektronik buatan Tiongkok.
      Sekadar informasi, pemerintah Amerika Serikat dilaporkan berencana menaikkan biaya impor barang dari Tiongkok hingga 25 persen. Hal ini tentu berdampak pada penjualan konsol gim, termasuk smartphone dan komputer.
      Oleh sebab itu, Nintendo dilaporkan mengganti tempat produksi agar mampu menjaga harga jual dari perangkatnya. Alasannya, dengan pajak yang tinggi, harga jual perangkat pun harus dinaikkan.
      Nintendo sendiri disebut sudah memindahkan produksi Switch saat ini beserta dua konsol anyar yang akan dirilis. Sayang, perusahaan asal Jepang itu masih menolak berkomentar mengenai laporan ini.

      Nintendo Berencana Rilis Dua Tipe Konsol Switch Baru

      Sebelumnya, Nintendo memang sempat dilaporkan tengah menggarap dua tipe konsol baru Switch. Kemungkinan, konsol gim ini bakal dirilis setidaknya pada musim panas tahun ini.
      Dalam laporan yang ditulis The Wall Street Journal disebutkan bahwa salah satu tipe Switch merupakan varian yang harganya lebih murah.
      Sementara, perangkat lainnya digadang-gadang akan memiliki fitur yang "disempurnakan dan ditargetkan bagi video gamer."
      Mengutip laporan The Verge, Rabu (27/3/2019), model Switch yang harganya lebih murah akan menghilangkan fitur getaran.
      Hal ini menunjukkan Switch versi murah ini tidak akan dibekali dengan pengendali Joy-Con yang bisa dilepas. Model ini akan menjadi penerus dari Nintendo 3DS.
      Laporan Nikkei pada awal tahun menyebut, Nintendo berencana merilis Switch yang lebih kecil dan berfokus pada portabilitas.

      Tak Ada Informasi untuk Model Switch yang Lebih Mahal

      Sejauh ini laporan tersebut belum menyebutkan hal apapun terkait dengan model yang lebih mahal.
      Namun seorang sumber mengatakan, akan ada lebih banyak revisi ketimbang peningkatan kinerja sederhana di versi mahal.
      Meski begitu tentunya ada perbaikan fitur dan kinerja untuk Switch dibandingkan pendahulunya.
      Switch menggunakan prosesor Tegra X1 Nvidia yang sudah berusia empat tahun. Jika Nvidia ingin kembali ke pengembangan chip smartphone untuk Nintendo, mereka bisa memperoleh keuntungan besar dalam hal daya dan efisiensi.

      Sumber : Liputan 6

      Thursday, June 13, 2019

      E-SPORTS - Netflix Bakal Rilis Gim Stranger Things Tahun Depan


      E-Sports news update, Jakarta - Menjelang kehadiran Stranger Things musim ketiga bulan depan, Netflix mengumumkan kejutan untuk para penggemar serial tersebut. Netflix berencana merilis gim Stranger Things pada 2020.
      Dikutip dari Tech Radar, Jumat (14/6/2019), sejauh ini belum banyak informasi mengenai gim tersebut. Namun genre yang dipilih adalah role-playing game (RPG) berbasis teknologi lokasi. Grafis gimnya bergaya retro kartun 80-an.

      BACA JUGA :
      PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
      RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
      PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
        Rencana kehadiran gim ini diumumkan di Electronic Entertainment Expo (E3) 2019 oleh Director of Interactive Games Netflix, Chris Lee. "Kami memiliki Stranger Things baru di platform mobile, dan akan hadir pada 2020," ungkap Lee.
        Pengembangan gim ini dilakukan oleh developer Next Games di Helsinki, Finlandia. Gim ini akan hadir untuk perangkat Android dan iOS.
        Lebih lanjut, Lee dinilai mengindikasikan Stranger Things bukan satu-satunya gim yang sedang disiapkan. Pada saat ia menyampaikan soal gim tersebut, terdapat sebuah slide di belakangnya dengan tulisan "Wait, Netflix is making video gamesYes, but not alone."
        Pada sesi akhir diskusi, ia mengatakan, "Kami sudah sibuk sejak tahun lalu menjalin pertemanan baru. Kami memiliki sejumlah proyek baru yang belum keluar, dan ya, kami memilki beberapa proyek lain," ungkap Lee.

        Pengguna Android Kini Bisa Berbagi Rekomendasi Film Netflix di IG Stories

        Lebih lanjut, Netflix pada bulan lalu merilis fitur agar para pengguna Android bisa membagikan rekomendasi film atau acara favorit mereka di Instagram Stories (IG Stories). Fitur ini sebelumnya hadir lebih dahulu pada perangkat iOS.
        "Ini merupakan bagian dari apa yang kami lakukan di Netflix untuk menjadikan pengalaman menonton lebih menyenangkan, memudahkan pengguna untuk membagikan rekomendasi film yang mereka tonton, serta membantu teman-teman mereka menemukan sesuatu yang baru untuk ditonton," tulis juru bicara Netflix dalam keterangan resminya.
        Untuk membagikan konten Netflix di IG Stories, pertama pilih acara atau film yang diinginkan. Kemudian, ketuk ikon Share atau Bagikan, lalu akan muncul beberapa pilihan seperti WhatsApp, Twitter, Instagram Stories, dan lainnya.
        Setelahnya, pilih Instagram Stories untuk membagikan konten tersebut. Pengguna bisa menghiasi konten tersebut dengan menambah GIF, teks, stiker, dan elemen lainnya ke poster film atau acara favoritnya, sebelum diunggah.

        Sumber : Liputan 6

        Wednesday, June 12, 2019

        E-SPORTS - Tak Cuma Populer, PUBG Mobile Ternyata Paling Laris di Dunia


        E-Sports News Update, Jakarta - PUBG Mobile tidak hanya jadi gim yang paling populer di dunia. Namun, PUBG Mobile juga menjadi gim yang paling laris di dunia.
        Hal ini berdasarkan jumlah pendapatan yang diterima PUBG Mobile. Mengutip The Verge, Rabu (12/6/2019), gim dari publisher Tencent ini mengumpulkan USD 146 juta (Rp 2 triliun) pada bulan lalu.

        BACA JUGA :
        PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
        RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
        PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
        PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
          Demikian menurut analis, sebagaimana dilaporkan The Financial TimesPUBG Mobile dimainkan oleh lebih dari 100 juta orang per bulannya.
          Pendapatan ini tidak hanya berasal dari item skin yang dibeli oleh para pemain PUBG Mobile, tetapi juga dari uang yang dikumpulkan oleh gim yang sama di Tiongkok. Di Tiongkok, gim PUBG Mobile terbit dengan nama Game For Peace.
          Menurut perkiraan broker China Great Wall Securities, PUBG Mobile menghasilkan USD 76 juta. Sementara, Game For Peace menghasilkan USD 70 juta pada bulan lalu.

          Game For Peace

          Sekadar informasi, Game For Peace diterbitkan di Tiongkok oleh Tencent pada bulan lalu, setelah pemerintah Tiongkok menolak monetisasi PUBG Mobile.
          Game For Peace sebenarnya merupakan versi PUBG Mobile yang tampilannya dimodifikasi menjadi lebih patriotis dan minim adegan-adegan berdarah.
          Alih-alih mengalami pendarahan saat harus berakhir di gim, para pemain di Game For Peaceakan mengacungkan tangan tanda perpisahan dari permainan.
          Perubahan ini menggambarkan kesulitan yang dihadapi Tencent dan perusahaan gim serupa di Tiongkok. Pasalnya, pemerintah negara tersebut menindak berbagai judul gim yang dianggap anti-sosial dan mengandung unsur kekerasan.
          Februari lalu, pemerintah Tiongkok berhenti memberi persetujuan lisensi baru untuk video gim. Sementara, gim yang sudah ada dibatasi.

          Pembatasan Gim Mobile di Tiongkok

          Pada 2017 misalnya, gim MOBA populer milik Tencent Honor of Kings dibatasi bagi anak-anak yang usianya di bawah 12 tahun menjadi maksimal satu jam per harinya.
          Sementara mereka yang berusia 12-18 tahun dibatasi waktu permainannya maksimal 2 jam.
          Para analis khawatir bahwa pembatasan ini akan menurunkan pendapatan perusahaan-perusahaan gim seperti Tencent, terutama untuk gim Game For Peace.
          Alih-alih pendapatannya diprediksi berkurang, Game For Peace membukukan pendapatan cukup banyak.
          Bahkan, dengan kombinasi pendapatan di dua judul gim yakni PUBG Mobile dan Game For Peace, pendapatan total PUBG Mobile telah melampaui Honor of Kings yang "hanya" USD 125 juta.

          Sumber : Liputan

          Monday, June 10, 2019

          E-SPORTS - EA Sports Resmi Umumkan FIFA 20, Hadir dengan Fitur Sepak Bola Jalanan


          E-Sports News Update, Jakarta - EA Sports akhirnya mengumumkan kehadiran gim sepak bola terbarunya, yakni FIFA 20. Gim anyar ini dipastikan hadir dengan sejumlah pembaruan fitur dan gameplay.
          Dikutip dari Tech Radar, Senin (9/6/2019), salah satu fitur anyar yang diperkenalkan di FIFA 20adalah Volta Mode. Modus ini sebenarnya mengusung gaya permainan mirip dengan FIFA Street yang rilis pertama kali pada 2005.
          Oleh sebab itu, modus ini memungkinkan pemain bertanding dalam lapangan kecil, mulai dari jalanan hingga lapangan futsal di seluruh dunia.


            Pemain dapat bermain dalam beberapa pertandingan mulai dari tiga lawan tiga, empat lawan empat, hingga pertandingan futsal profesional.
            Sementara itu dari sisi gameplay, FIFA 20 hadir dengan authentic game flow hingga ball physic system yang ditingkatkan. Jadi, pemain dipastikan dapat merasakan permainan lebih baik.
            Namun, informasi dari kisah Alex Hunter dalam modus The Journey belum banyak diungkap. Karenanya, menarik menunggu pengumuman lebih lanjut dari EA Sports.
            Adapun gim ini akan mulai meluncur pada 27 September 2019 dan EA pun sudah membuka keran pre-order mulai sekarang. FIFA 20 akan tersedia PlayStation 4, Xbox One, dan PC.

            Apex Legends Bakal Sambangi Perangkat Mobile

            Sebelumnya, EA juga dilaporkan ingin membawa gim Apex Legends ke perangkat mobile. Informasi ini pertama kali diketahui dari laporan keuanganan tahunan beberapa waktu lalu. 
            Dikutip dari Polygon, Jumat (10/5/2019), EA tidak hanya berencana membawa gim ke mobile, tapi juga pasar Tiongkok.
            "Kami sedang dalam tahap negosiasi tingkat lanjut untuk membawa Apex Legends ke Tiongkok dan mobile, kami akan memberikan informasi lebih lanjut usai negosiasi selesai," tulis EA dalam laporannya.
            Melalui laporan itu pula diketahui Apex Legends merupakan salah satu produk yang berhasil membawa nilai positif bagi EA.
            Menurut publisher asal Amerika Serikat tersebut, Apex Legends dengan mudah menjadi franchise dengan pertumbuhan paling cepat untuk perusahaan.
            Oleh sebab itu, EA berencana untuk membangun layanan yang lebih baik untuk para pemain. Kendati demikian, Respawn Entertainment selaku pengembang masih enggan berbicara mengenai update yang akan digulirkan.
            Keputusan untuk membawa Apex Legends ke perangkat mobile memang tidak mengagetkan. Sebab, sejumlah gim battle royale lain kini mulai merambah perangkat mobile dan menuai kesuksesan, seperti PUBG dan Fortnite.
            Oleh sebab itu, menarik untuk menunggu langkah EA dalam memboyong Apex Legends ke perangkat mobile. Terlebih, Respawn sendiri telah berhasil mengadopsi gim dari franchiseTitanfall ke perangkat mobile.

            Kian Populer, Apex Legends Siap Dipertandingkan untuk Esports

            Kepopuleran Apex Legends harus diakui tengah meroket. Berdasarkan laporan terakhir, sudah ada 50 juta pemain yang mendaftar gim ini di bulan pertama kehadirannya.
            Menyusul kepopulerannya, dikutip dari The Verge, Selasa (12/3/2019), gim ini dilaporkan siap menjangkau ranah esports. Alasannya, sejumlah tim esports dilaporkan sudah membentuk tim Apex Legends.
            Beberapa tim diketahui sudah membentuk tim Apex Legends adalah TSM, 100 Thieves, Gen.G, dan NRG. Hal lain yang mengagetkan adalah ada divisi dari Team Liquid yang beralih dari Call of Duty ke Apex Legends.
            Keputusan untuk pindah ke Apex Legends, menurut Team Liquid, disebabkan tidak adanya kompetisi Call of Duty: Blackout yang digelar.
            Perlu diketahui, kebanyakan tim yang beralih ke Apex Legends memang berasal dari gim lain.
            Sekadar informasi, Respawn selaku pengembang Apex Legends memang pernah mengungkapkan rencananya untuk mendukung gim ini sebagai esports. Kendati demikian, tidak banyak informasi detail terkait hal tersebut.
            Meski belum detail, pertumbuhan Apex Legends sebagai gim yang masuk dalam kategori esportsmemang tidak dapat lepas dari peran pengembang dan kompetisi yang digelar.
            Alasannya seperti Fortnite, gim ini sebelumnya tidak memiliki pemain profesional, tapi dengan adanya kompetisi resmi, pemain pro untuk gim ini mulai bermunculan.

            Sumber : Liputan 6

            Sunday, June 9, 2019

            E-SPORTS - Ini Daftar Judul Gim yang Bakal Rilis di Google Stadia


            E-Sports News Update, Jakarta - Pada hari ini, Google baru saja mengumumkan kapan dan berapa harga berlangganan layanan gim streaming mereka, yakni Stadia.
            Dari informasi yang ada saat ini, Google Stadia resmi meluncur di pasaran pada November 2019 dengan harga US$ 10 atau sekitar Rp 142 ribu per bulannya untuk Stadia Pro.
            Stadia Pro menawarkan kemampuan streaming gim hingga 4K, 60fps dengan suara HDR, dan 5.1 surround, dengan asumsi bandwidth internet kamu mampu mencapai 35Mbps, sebagaimana dikutip dari The Verge, Sabtu (8/6/2019).

            BACA JUGA :
            PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
            RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
            PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
            PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
            Selain itu, kamu juga akan mendapatkan akses ke katalog gratis dari Google Stadia, dan diskon eksklusif untuk gim. Peluncuran tier gratis pada 2020 hanya bisa memainkan gim sebatas 1080p60 dengan suara stereo, dan membutuhkan bandwidth 10Mbps untuk streaming pada 720p.
            Meski dapat bermain gim menggunakan server cloud milik Google, nyatanya kamu harus membeli sebagian besar judul gim yang ada di Stadia.
            Walau belum mengonfirmasi harga dan ketersedian masing-masing gim, perusahaan sudah merilis daftar judul gim apa saja yang bakal tersedia di Google Stadia.
            Adapun judul gim tersebut adalah Dragon Ball Xenoverse 2, Doom Eternal, Doom (2016), Rage 2, The Elder Scrolls Online, Wolfenstein: Youngblood, Destiny 2, Get Packed, Grid, Metro Exodus, Thumper, Farming Simulator 19, Baldur's Gate 3, Power Rangers: Battle for the Grid, Football Manager, Samurai Shodown, Final Fantasy XV, Tomb Raider Definitive Edition, Rise of the Tomb Raider, Shadow of the Tomb Raider, NBA 2K, Borderlands 3, Gylt, Mortal Kombat 11, Darksiders Genesis, Assassin's Creed Odyssey, Just Dance, Tom Clancy's Ghost Recon Breakpoint, Tom Clancy's The Division 2, Trials Rising, dan The Crew 2.
            Informasi, Google membanderol "Founder Edition" seharga US$ 130 atau sekitar Rp 1,8 juta lengkap dengan perangkat starter kit (dongle Chromecast Ultra, joystick Night Blue), dan dua layanan premium selama tiga bulan.
            Sementara itu, Stadia Pro akan dikenakan biaya berlangganan US$10 (Rp 142 ribu) per bulannya. Jika dirasa masih terlalu mahal, perusahaan berencana akan menawarkan layanan Google StadiaBase pada tahun depan.

            Dukung Fitur Cross-Save

            Salah satu judul gim besar yang bakal tersedia adalah Destiny 2 dan Baldur's Gate 3.
            Menariknya, Destiny 2 bakal menghadirkan fitur fitur baru seperti cross-save yang memungkinkan gamer berbagi save data di dalam gim mereka antara Xbox, PC, dan Stadia.
            Lalu bagaimana dengan 31 judul gim lain yang bakal meluncur di Google Stadia nanti? Apakah mereka semua memiliki fitur cross-save juga?
            Kita bakal lebih banyak tahu informasi tersebut bersamaan dengan acara E3 2019, dan mendekati peluncuran gim pada November nanti.

            Sumber : Liputan 6

            Thursday, May 30, 2019

            E-SPORTS - Square Enix dan Marvel Bakal Ungkap Gim Avengers di E3 2019

            E-Sports News Update, Jakarta - Dua setengah tahun yang lalu, Square Enix dan Marvel mengumumkan kemitraannya untuk meluncurkan gim Avengers.
            Kini, kedua perusahaan raksasa tersebut sedang bersiap untuk mengumumkan kerja keras mereka dalam ajang gim terbesar di dunia, yakni E3 2019.

            Lewat akun Twitter resmi perusahaan, Jumat (31/5/2019), Marvel dan Square Enix dipastikan bakal mengungkap gim Avengers pada 10 Juni dalam acara khusus.
            Selain tanggal tersebut, masih belum diketahui gim Avengers tersebut bakal diberi judul apa.
            Dalam pengembangan gim tersebut, diketahui studio gim Crystal Dynamics dan Eidos Montreal (pengembang di balik seri anyar Tomb Raider) ternyata terlibat dalam proses pengembangan gim.
            Yang pasti, gim Avengers yang masih belum ada judul ini dipastikan bakal menghadirkan sejumlah karakter superhero kenamaan dari semesta Marvel.
            Apakah gim ini bakal terhubung dengan Marvel Cinematic Universe (MCU), atau lebih cenderung ke dunia komiknya?

            Square Enix dan Marvel Kolaborasi

            Sebuah cuplikan singkat pun diunggah ke akun Twitter Square Enix. Sayang, cuplikan itu tak memberikan informasi apa pun selain menunjukkan berbagai senjata milik Avengers yang berceceran di medan pertemuran.
            Cuplikan ini juga mengonfirmasi keterlibatan Eidos Motreal dan Crystal Dynamic di proyek gim ambisius milik Marvel ini.
            Sekadar informasi, Crystal Dynamics dan Eidos Montreal merupakan studio gim yang bertanggung jawab atas kesuksesan seri-seri seperti Tomb Raider, Thief, dan Deus Ex.

            Sumber : Liputan 6